
Tahukah Anda apa itu model AISAS? AISAS sendiri merupakan singkatan dari Attention, Interest, Search, Action, dan Share.
Apabila kita coba artikan satu per satu, maka bisa diartikan attention itu perhatian, interest itu minat, search itu pencarian, action itu aksi atau tindakan, dan share artinya berbagi. AISAS adalah salah satu model pemasaran yang efektif untuk meningkatkan penjualan.
Apa yang dimaksud model AISAS dan bagaimana penerapannya pada bisnis? Yuk, kita bahas selengkapnya pada artikel berikut ini bersama MinTiv.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Model AISAS?
Model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, and Share) adalah model pemasaran yang memaparkan alur interaksi yang terjadi antara produk atau jasa dengan konsumen. Model pemasaran ini pertama kali diperkenalkan oleh Dentsu pada tahun 2004.
Baca Juga: 10 Tips Copywriting Selain AIDA yang Terkenal
Diketahui bahwa ternyata AISAS adalah hasil pengembangan dari model pemasaran AIDMA (Attention, Interest, Desire, Memory, dan Action), yang dahulu juga dikembangkan dari model pemasaran AIDA (Attention, Interest, Desire, and Action).
Kedua model tersebut dirasa kurang efektif sehingga Dentsu melakukan perubahan dan mulai menerapkan model AISAS pada perusahaannya yaitu Dentsu Group Inc.
Pentingnya Model AISAS pada Pemasaran
Model AISAS tidak asal dibuat, kehadirannya memang sangat penting dalam dunia pemasaran. Model pemasaran ini sangat penting untuk diaplikasikan karena beberapa alasan sebagai berikut.
1. Kampanye Tepat Sasaran
Model AISAS bisa membuat kampanye atau pemasaran yang Anda lakukan lebih tepat sasaran ke target pasar. Mengapa hal ini bisa terjadi?.
Sebab, model pemasaran yang satu ini benar-benar merefleksikan perilaku konsumen di era digital seperti saat ini. Untuk mencari informasi tentang produk atau jasa yang ingin dibeli, pasti melakukan pencarian dan aksi (search and action) yang menjadi salah satu komponen penting dalam AISAS.
Jadi, AISAS ini sangat bisa diterapkan di masa sekarang dan justru dapat membuat pemasaran yang Anda lakukan menjadi lebih efektif.
2. Mengukur Kualitas Konten
Dengan menerapkan pemasaran AISAS, Anda bisa mengukur kualitas konten yang sudah dibuat sebelumnya. Apakah sudah bagus? Atau justru masih kurang nendang?
Dari konten yang sudah dibuat tersebut, Anda jadi tahu apakah konsumen melakukan aksi atau tindakan setelah membacanya. Jika ternyata tidak, maka ada yang perlu diperbaiki dari konten tersebut.
3. Word of Mouth
Model AISAS sangat memungkinkan usaha Anda untuk mendapatkan kepercayaan melalui Word of Mouth. Dari pemasaran AISAS, konsumen dapat merekomendasikan bisnis atau usaha Anda kepada orang lain dari mulut ke mulut.
Baca Juga: Apa itu Word of Mouth Marketing & Bagaimana Strateginya?
Satu konsumen memberikan rekomendasi kepada teman lain, lalu teman itu memberikan rekomendasi lagi kepada yang lain. Dengan begitu, brand Anda semakin banyak yang mengenali dan berpotensi bertambahnya konsumen baru yang belum ada sebelumnya.
Komponen-Komponen AISAS
Sebelumnya MinTiv sudah menjelaskan komponen-komponen dari AISAS yaitu Attention, Interest, Search, Action, dan Share. Berikut ini masing-masing penjelasannya.
1. Attention (Perhatian)
Attention adalah tahap dimana konsumen mulai menyadari adanya suatu produk atau jasa yang dijual oleh suatu brand. Namun, konsumen hanya sekedar tahu saja masih belum ada ketertarikan untuk membeli produk atau jasa tersebut.
Maka dari itu, Anda harus bisa memberikan value lebih pada brand Anda agar nantinya calon konsumen bisa langsung tertarik dan menyukai produk atau jasa.
2. Interest (Tertarik)
Setelah mengetahui adanya brand yang menjual sesuatu, selanjutnya pada tahap ini konsumen mulai tertarik terhadap produk atau jasa yang sedang diiklankan. Kedepannya, ada dua kemungkinan yang akan terjadi.
Pertama, konsumen tersebut ingin mengetahui lebih lanjut lalu melakukan aksi pembelian. Kedua, konsumen hanya bertanya-tanya saja tanpa melakukan aksi apapun.
3. Search (Mencari)
Setelah konsumen merasa tertarik dengan produk atau jasa tersebut, pastinya dia akan melakukan pencarian lebih lanjut mengenai brand dan produk atau jasa yang dijual.
Biasanya calon konsumen akan melakukan pencarian melalui search engine seperti Google atau sosial media seperti TikTok, Instagram, atau Facebook. Konsumen juga akan mencari tahu pengalaman orang lain dalam membeli barang atau jasa agar nantinya ia lebih yakin dalam mengambil keputusan.
4. Action (Tindakan)
Misalnya Anda sedang datang ke suatu toko atau membuka marketplace lalu merasa tertarik dan cocok dengan barang tersebut, apa yang selanjutnya dilakukan? Tentu saja membelinya bukan?
Tahap inilah yang disebut sebagai action atau tindakan. Konsumen melakukan tindakan dengan membeli barang tersebut karena merasa cukup dengan informasi yang diberikan sehingga ia dapat memberi keputusan.
5. Share (Berbagi)
Setelah konsumen membeli produk atau jasa tersebut, bukan tidak mungkin ia akan membagikan pengalaman belanjanya kepada orang lain. Jika merasa puas, maka ia akan memberikan testimoni positif dan jika tidak puas maka ia akan memberikan testimoni negatif.
Biasanya konsumen menceritakan pengalamannya secara langsung ke orang lain atau melalui sosial media. Share ini juga yang menjadi awal mulai terciptanya word of mouth pada bisnis.
Cara Mengaplikasikan Model AISAS yang Efektif
Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana sih cara menerapkan model AISAS pada pemasaran?.
Baca Juga: 5 Cara Membuat Digital Product Berkualitas untuk Dapatkan Keuntungan
Apa saja yang harus dilakukan? Berikut ini tahapan-tahapan yang harus dilakukan.
1. Menentukan Target Audiens
Sebelum Anda mulai melakukan pemasaran, tentukan terlebih dahulu siapa yang nantinya akan menjadi target audiens. Sebab pada dasarnya suatu produk atau jasa itu tidak mungkin cocok atau diminati semua orang.
Misal, kalau Anda mau jual boneka, tidak mungkin jika dijual ke laki-laki dewasa kan? Hal-hal kecil seperti ini harus Anda perhatikan agar nantinya penjualan bisa relevan dan tepat sasaran.
Dengan memasarkan produk atau jasa ke orang yang tepat, maka lebih besar peluang orang tersebut melakukan pembelian.
2. Buat Konten Menarik dan Relevan
Supaya mendapatkan perhatian (attention) dari konsumen, maka Anda harus bisa membuat konten yang menarik dan relevan. Konten tersebut harus bisa memenuhi kebutuhan mereka.
Tidak sekedar itu saja, konten yang dibuat harus lebih baik daripada milik kompetitor. Bagaimana bisnis Anda mau dapat order jika pemasarannya biasa saja?
Gunakan keyword yang menarik dan relevan agar visibilitas bisnis Anda meningkat di sosial media maupun mesin pencari.
3. Tambahkan Gambar dan Video Pada Konten Pemasaran
Kalau hanya sekedar tulisan saja, biasanya konten pemasaran kurang nendang dan menarik perhatian. Untuk mendapatkan perhatian tersebut, sebaiknya Anda menambahkan gambar dan video yang relevan.
Bila perlu, tambahkan konten suara atau audio karena mayoritas audiens atau konsumen kini lebih suka mendengarkan daripada membaca.
4. Buat Brand Anda Terlihat di Internet
Lakukan hal ini jika Anda menginginkan brand bisa mudah ditemukan di internet. Optimalkan website dan akun sosial media brand Anda agar mudah ditemukan di search engine maupun sosial media.
Gunakan teknik Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), dan Sosial Media Marketing (SMM) untuk meningkatkan visibilitas produk atau jasa Anda di internet.
FAQ Seputar Konten
- Apa tahapan paling krusial pada AISAS? Semua tahapan AISAS sebenarnya sangat penting, tetapi tahap share yang paling krusial karena menunjukkan bisnis Anda memang mendapatkan kepercayaan dari konsumen.
- Bagaimana tolak ukur keberhasilan dari model AISAS? Keberhasilan pemasaran model AISAS dapat diukur dari engagement, tayangan, jangkauan, jumlah share, dan konversi penjualan.
- Apa yang membuat model AIDA dinilai tidak efektif sehingga harus digantikan dengan AISAS? Model AIDA terlalu sederhana sehingga Anda harus disempurnakan lagi dengan menambahkan tahapan-tahapan lain yang relevan.
Dapatkan Free Audit
Sebelum kita sampai kepada kesimpulan dari pembahasan “Apa itu Model AISAS” ini, MinTiv ingin menginfokan kepada Anda, bahwa Creativism sedang ada jasa Free Audit Website.
Bagaimana cara mendapatkannya?
Anda cukup klik tombol Free Audit, kemudian isi detail formulirnya. Hasil audit akan kami kirim via whatsapp/email.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut dapat kita simpulkan model AISAS sangat efektif dalam mengoptimalkan pemasaran di internet. Pemasaran menjadi lebih terarah jika memang Anda melakukannya dengan benar. Semoga penjelasan tentang apa itu model AISAS di dalam artikel ini, memberikan Anda banyak inspirasi.
Artikel ini, dikreasikan oleh Tim Agency SEO Creativism. Agency SEO yang siap berikan pelayanan SEO terbaik dan lengkap sesuai dengan kebutuhan website klien. Hubungi kami langsung melalui WhatsApp 6281 22222 7920, untuk dapat layanan Jasa SEO Website Terbaik, segera!.



