
Scrolling sosial media sambil mengisi waktu luang atau membeli pernak-pernik lucu di e-commerce memang cukup mengasyikkan. Hampir semua aplikasi yang ada di ponsel pintar kita memang sangat membantu kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Contoh Mock Up Aplikasi yang Keren
Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana aplikasi mobile seperti itu bisa dikembangkan? Guna menjawab pertanyaan tersebut, kita harus mengetahui lebih dulu apa yang dimaksud dengan aplikasi mobile.
Aplikasi mobile ini nyatanya tidak hanya membantu kehidupan sehari-hari, tapi juga sangat berguna bagi suatu bisnis, khususnya bagi yang berjualan secara daring.
Baca Juga: Inspirasi Logo: Intip Tren Desain Logo 2025 Terbaru!
Pada kesempatan kali ini, MinTiv akan membahas apa yang dimaksud dengan aplikasi mobile mulai dari pengertian, jenis, hingga tips mengembangkannya. Ayo simak pembahasan berikut!
Daftar Isi
ToggleApa yang Dimaksud dengan Aplikasi Mobile?
Sederhananya, aplikasi mobile adalah software yang dirancang khusus untuk perangkat mobile seperti smartphone, tablet, iPad, atau smartwatch. Setiap aplikasi mobile memiliki fungsi dan tujuannya masing-masing seperti berbisnis, mendengarkan musik, bermain game, hingga memesan ojek online.
Di dunia bisnis, perusahaan teknologi bisa menghasilkan keuntungan dengan mengembangkan aplikasi mobile lewat iklan, fitur berbayar pada aplikasi, atau bagi hasil dari penjualan aplikasi di app store. Selain itu, aplikasi mobile juga bisa digunakan untuk memasarkan suatu brand dengan menawarkan akses yang lebih mudah pada produk atau jasa.
Jenis Aplikasi Mobile
Aplikasi mobile sendiri terbagi jadi tiga jenis dengan ciri khas dan manfaatnya masing-masing. Berikut adalah ketiga jenis aplikasi tersebut:
1. Native Apps
Native Apps adalah aplikasi yang dirancang khusus untuk suatu platform mobile tertentu, entah itu Android atau iOS. Namun, bukan berarti suatu Native Apps tidak punya versi web/desktop nya sendiri.
Hanya saja, proses pengembangan untuk setiap perangkatnya berbeda. Bahkan, untuk Android dan iOS saja juga berbeda. Aplikasi Android biasanya dikembangkan dengan bahasa Kotlin atau Java, sedangkan iOS menggunakan bahasa Swift atau Objective-C.
Karena memang dikembangkan secara khusus, maka aplikasi jenis ini akan memiliki performa yang terbaik ketika dipakai di ponsel/tablet. Walau ada versi web/desktopnya, tapi performa dan UX-nya akan sangat berbeda dari versi mobile. Contoh dari Native Apps adalah Instagram, Spotify, atau Google Maps.
Aplikasi mobile juga lebih kompleks untuk dikembangkan, karena untuk setiap OS-nya saja membutuhkan keahlian yang berbeda-beda. Selain itu, pekerjaan mobile developer juga dikenal lebih sulit dan suplai pekerjanya juga tidak sebanyak developer di cabang yang lain.
Baca Juga: 5 Aplikasi untuk Meningkatkan Produktivitas Kinerja Admin
2. Mobile Web Apps
Seperti yang telah disebutkan aplikasi yang dirancang untuk perangkat mobile bukan berarti tidak punya varian webnya. Versi web dari aplikasi mobile ini disebut sebagai mobile web apps. Performa aplikasinya pun cukup cepat saat dijalankan pada web baik pada perangkat mobile atau desktop, selama spesifikasinya mencukupi.
Hanya saja, pengalaman saat menggunakannya akan sangat terasa berbeda dari versi nativenya. Tidak seperti Native Apps yang harus diunduh dulu lewat app store, aplikasi mobile web tidak perlu diunduh karena bisa langsung dijalankan lewat browser.
Namun, mobile web apps membutuhkan koneksi internet yang stabil agar dapat berjalan dengan baik. Aplikasi native seperti Google Docs bisa dijalankan tanpa koneksi internet, walau baru bisa tersinkronisasi setelah mendapat sinyal. Namun pada versi web, Google Docs tidak bisa digunakan sama sekali tanpa koneksi internet.
Proses pengembangan dan maintenance web mobile apps juga dianggap lebih mudah dan sederhana oleh para developer. Hal itu disebabkan karena mereka hanya memerlukan satu codebase saja untuk aplikasi tersebut agar bisa digunakan di setiap perangkat.
3. Aplikasi Hybrid
Sesuai namanya, aplikasi hybrid menggabungkan unsur native dan web. Struktur aplikasinya dibangun menggunakan bahasa pemrograman seperti HTML, CSS, dan JavaScript, persis seperti aplikasi web, tapi dinaungi oleh aplikasi native.
Pada dasarnya, aplikasi ini menggunakan satu codebase saja, tapi tampilannya tidak berbeda ketika digunakan pada desktop atau ponsel.
Aplikasi hybrid juga memiliki ciri seperti Native Apps yang harus diunduh terlebih dahulu. Namun, bahasa pemrogramannya tidak perlu dibedakan untuk tiap platform. Hal tersebut menjadi keuntungan tersendiri karena proses pengembangan aplikasi ini jadi lebih mudah dan hemat.
Tips Mengembangkan Aplikasi Mobile
Jika Anda adalah seorang mobile developer atau pebisnis yang sedang berinvestasi untuk pembuatan aplikasi mobile, maka proses pengembangan aplikasinya tetap membutuhkan proses yang terstruktur. Berikut ini adalah tips yang bisa diikuti untuk mengembangkan mobile apps:
- Tentukan tujuan dan kebutuhan: Sebelum memulai coding, pelajari lebih dulu tujuan, fungsi, dan target audiens dari aplikasi yang dibuat. Selaraskan juga semua aspek tersebut dengan tujuan bisnis.
- Pilih pendekatan yang tepat: Seperti yang telah dijelaskan, aplikasi mobile terbagi jadi tiga. Karena itu, pilihlah pendekatan dan bahasa pemrograman yang tepat dengan jenis aplikasi yang dikembangkan.
- Buat tampilan yang menarik: Jangan lupakan unsur UI/UX agar pengguna aplikasinya nanti lebih mudah dalam menggunakan dan menavigasikan aplikasi tersebut di perangkat manapun.
- Periksa semua aspek secara holistik: Saat tahap pengembangan, pastikan Anda memiliki otentikasi yang aman, penyimpanan data, dan integrasi API yang memadai.
- Lakukan pengujian: Saat aplikasi selesai dibuat, coba lakukan pengujian untuk memeriksa performa dan fungsinya. Hal ini bertujuan untuk memastikan agar semua masalah yang ada bisa diidentifikasi dan diatasi sebelum aplikasi diluncurkan di play store atau app store.
FAQ Seputar Konten
- Apa perbedaan antara aplikasi mobile dengan website yang mobile-friendly?. Aplikasi mobile bisa diinstal langsung pada ponsel dan bisa mengakses fitur bawaan dari perangkat tersebut seperti kamera atau GPS. Sedangkan website yang mobile-friendly hanyalah web biasa yang dirancang agar terlihat rapi dan bagus pada layar ponsel.
- Adakah contoh aplikasi yang mulanya merupakan web apps lalu menjadi Native Apps?. Beberapa platform seperti Facebook, Airbnb, dan Slack awalnya dikembangkan untuk versi web, tapi kemudian dirancang khusus untuk Native Apps karena basis penggunanya lebih banyak yang menggunakan ponsel.
- Apakah aplikasi native lebih bagus dari aplikasi hybrid?. Rata-rata memang begitu, khususnya aplikasi yang membutuhkan animasi dan update konten secara real-time. Karena itulah performa aplikasi hybrid biasanya tidak lebih baik dari yang versi native. Namun, bahasa pemrograman seperti Flutter dan React Native dapat meminimalisir gap tersebut.
- Apakah bisa meluncurkan aplikasi mobile web pada app store?. Tidak bisa, karena web mobile apps¸ pada dasarnya memang tidak memungkinkan. Namun, hal itu bisa diakali dengan membuat aplikasi hybrid apps atau progressive web apps (PWA) yang mana bisa diluncurkan pada app store dengan persyaratan tertentu.
- Apa perbedaan persyaratan aplikasi yang ingin diluncurkan pada Play Store dan App Store?. Google Play Store memiliki proses pengecekan yang lebih fleksibel dan terotomatisasi, dan biasanya hanya memakan waktu dalam hitungan jam. Sedangkan app store pada iOS memiliki persyaratan yang lebih ketat dengan proses pengecekan manual. Proses tersebut bisa membutuhkan waktu berhari-hari dengan penjelasan yang detail.
Baca Juga: 4 Perbedaan Website Statis dan Dinamis
Dapatkan Free Audit
Sebelum kita sampai kepada kesimpulan dari pembahasan “apa yang dimaksud dengan aplikasi mobile” ini, MinTiv ingin menginfokan kepada Anda, bahwa Creativism sedang ada jasa Free Audit Website.
Bagaimana cara mendapatkannya?
Anda cukup klik tombol Free Audit, kemudian isi detail formulirnya. Hasil audit akan kami kirim via whatsapp/email.
Kesimpulan
Nah, itulah ulasan seputar apa yang dimaksud dengan aplikasi mobile. Seperti yang telah diketahui, aplikasi mobile terbagi jadi tiga jenis sehingga memerlukan framework yang berbeda-beda.
Hal ini bisa menjadi peluang bagi Anda yang ingin berkarir menjadi mobile developer karena jenjang karirnya yang luas serta suplai tenaga kerjanya yang masih belum memadai.
Artikel ini, dikreasikan oleh Tim Agency SEO Creativism. Agency SEO yang siap berikan pelayanan SEO terbaik dan lengkap sesuai dengan kebutuhan website klien. Hubungi kami langsung melalui WhatsApp 6281 22222 7920, untuk dapat layanan Jasa SEO Website Terbaik, segera!.


