
Siapa di sini yang tidak kenal MrBeast? YouTuber dan filantropis terkenal asal Amerika ini dikenal karena konten-kontennya yang sarat akan tantangan dan giveaway.
Namun tahukah Anda, jika YouTuber dengan nama asli Jimmy Donaldson ini diketahui dapat menghasilkan sekitar 600-700 juta dollar per tahun hanya dari YouTube saja? Meskipun MrBeast adalah contoh 1:1000, tapi fenomena tersebut membuat kita penasaran berapa gaji YouTubers?
Gaji YouTubers memang dipengaruhi berbagai faktor seperti negara asal, jumlah views dan subscribers, iklan yang masuk, dll. Namun, pendapatan fantastis yang didapatkan oleh konten kreator YouTube di luar sana seakan memberi harapan bahwa sektor kreatif ini memang sangat menjanjikan.
Oleh karena itulah MinTiv akan membahas berapa gaji YouTubers dan cara perhitungannya pada kesempatan kali ini. Yuk simak ulasan berikut!
Daftar Isi
ToggleSumber Gaji YouTubers
Sebelum membahas range penghasilannya, kita harus tahu terlebih dahulu sumber gajinya. Karena pada dasarnya ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi oleh YouTubers agar “layak” digaji oleh YouTube. Berikut ini adalah beberapa sumber penghasilan yang paling umum didapat oleh kreator video YouTube:
1. AdSense
Google AdSense adalah fitur monetisasi iklan yang merupakan sumber gaji kreator yang paling umum di YouTube. Pasti Anda sering melihat iklan sebelum melihat video YouTube bukan? Nah, iklan tersebut merupakan contoh dari Adsense. Fitur ini baru bisa diaktifkan jika kanal Anda sudah memiliki 1000 subscribers.
Saat Anda mengunggah video ke YouTube dan mengaktifkan fitur monetisasi, maka Anda memberi izin pada YouTube untuk menempatkan iklan di video tersebut. Jika ada engagement dari penonton, maka YouTube akan membagikan sejumlah persentase penghasilan dari iklan tersebut pada Anda.
Nah, bagian penghasilan yang Anda dapat ini didasarkan pada CPM (Cost per Mile), atau biaya yang dikeluarkan pengiklan setiap 1000 views. Total CPM di tiap negara pun berbeda-beda. Di Indonesia sendiri, CPM-nya sekitar Rp800 – Rp800.000 per 1000 views.
Namun, sayangnya tidak semua video bisa menghasilkan uang hanya dari jumlah views tersebut. Jika video Anda mengandung materi yang terkena copyright, maka monetisasi di video tersebut tidak akan aktif. Selain itu, total CPM juga dipengaruhi oleh asal negara audiens. Jika audiens Anda berasal dari negara dengan mata uang yang lebih kuat seperti Amerika, maka nilai CPM-nya juga semakin besar.
2. Sponsor/Endorsement
Banyak YouTubers yang mendedikasikan 2 menit awal videonya untuk mempromosikan brand yang mensponsori konten tersebut. Nah, brand tersebut sudah pasti akan membayar Anda untuk menempatkan sponsor di konten yang ingin diunggah.
Sponsorship/endorsement ini merupakan kerja sama yang saling menguntungkan. Anda dibayar oleh sponsor, sedangkan brand yang direkomendasikan akan mendapatkan exposure dan awareness yang lebih tinggi. Apalagi jika pengaruh Anda sudah sangat kuat, brand tersebut bisa kebanjiran pesanan dan mendapatkan kredibilitas di mata audiens.
Besarnya pendapatan yang didapatkan dari sponsor ini sangat beragam. Dua faktor yang sangat berpengaruh di sini adalah popularitas YouTuber dan juga jenis brand yang mensponsori. Angkanya mungkin berkisar antara ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah.
3. Penjualan Produk
Youtube marketing adalah salah satu strategi pemasaran yang paling ampuh. Jika Anda punya brand sendiri sekaligus kanal YouTube, maka Anda bisa memanfaatkannya dengan memasarkan produk di channel tersebut.
Persis seperti strategi marketing sosial media lainnya, Anda harus mengetahui terlebih dahulu target audiens dari channel YouTube yang sedang dirintis. Setelah Anda mendapatkan niche secara spesifik, barulah brand tersebut bisa dipromosikan lewat konten YouTube.
Penjualan produk lewat YouTube merupakan investasi jangka panjang. Dari kualitas konten, frekuensi unggahan video, pemasaran di platform lain, semuanya harus memainkan peran. Dalam jangka panjang, penonton video Anda akan menjadi subscriber, lalu dikonversi menjadi pelanggan produk setia Anda.
4. Affiliate Marketing
Affiliate marketing mirip dengan penjualan produk, hanya saja yang dijual adalah milik brand lain. Nanti, Anda akan mendapatkan sejumlah komisi jika ada produk yang terjual. Biasanya, affiliate marketing memanfaatkan link yang mengarah ke produk yang akan dijual.
Komisi yang didapat dari affiliate marketing juga beragam. Brand-brand besar biasanya menawarkan komisi dengan persentase yang lebih kecil karena harga produknya sudah mahal, jadi bagian Anda juga akan cukup besar.
Baca Juga: 10 Cara Menjalankan Affiliate Marketing, Dapatkan Cuan Lebih Banyak
Cara Menghitung Berapa Gaji YouTuber
Gaji YouTuber sangatlah bervariasi, yang karenanya MinTiv akan membuat hitung-hitungan kasarnya berdasarkan beberapa indikator berikut:
1. Berdasarkan CPM
CPM Indonesia diketahui berkisar antara $0,05 – $5 per 1000 tayangan, atau jika dirupiahkan saat ini sekitar Rp800 hingga Rp800.000. Di sini MinTiv akan memperkirakan rata-rata penghasilan secara harian, bulanan, dan tahunan. Lalu jangan lupa, penghasilan ini akan dibagi hasil 45% untuk YouTube, dan 55% untuk kita. Karena itu, kita akan membuat asumsi dan hitung-hitungannya berikut ini:
- Semua audiens berasal dari Indonesia
- Rata-rata jumlah tayangan hariannya stabil.
- Asumsikan suatu kanal memiliki rata-rata views harian berjumlah 100 ribu.
- CPM kita ambil di angka $3, atau Rp48 ribu.
- Perkiraan penghasilan harian: (Total tayangan/1000) x 48.000 x 55%. Jadi perkiraannya adalah (100000/1000) x 48000 x 55%= Rp2.640.000 per hari
- Perkiraan penghasilan bulanan: Rp2.640.000 x 30 = Rp79.200.000
- Perkiraan penghasilan tahunan: Rp79.200.000 x 12 – Rp950.400.000
Namun perlu diingat lagi bahwa perkiraan di atas adalah hitung-hitungan kasar dengan variabel yang telah disesuaikan. Jika ingin mendapatkan hitung-hitungan seperti itu, Anda bisa mengunjungi web Socialblade.
2. Berdasarkan Jumlah Subscriber
Indikator lain yang bisa digunakan adalah jumlah subscriber. Berikut adalah hitung-hitungannya:
- Subscriber <= 1000: Berkisar antara Rp290 ribu hingga Rp4 juta per bulan.
- Subscriber <= 100.000: Berkisar antara Rp2,9 juta sampai Rp47 juta per bulan.
- Subscriber <= 1 juta: Berkisar antara Rp64 juta sampai Rp1 milyar per bulan.
- Subscriber <= 10 juta: Berkisar antara Rp200 juta hingga Rp 3,3 milyar per bulan.
FAQ Seputar Konten
- Kenapa CPM di tiap negara berbeda?. Variasi jumlah CPM biasanya didasarkan pada nilai dari audiens itu sendiri. Contohnya, penonton dari Amerika Serikat, Kanada, dan Jerman akan menghasilkan CPM yang lebih tinggi karena segmen pasarnya dianggap lebih bernilai oleh YouTube.
- Kapan biasanya gaji YouTuber cair?. Kebanyakan YouTuber dibayar oleh Google Adsense per bulan antara tanggal 21-26. Bayaran tersebut biasanya sudah difinalisasi terlebih dahulu oleh Google pada tanggal 7-12 nya.
- Mengapa beberapa YouTuber mendapatkan penghasilan yang lebih besar walau viewersnya sedikit?. Beberapa faktor seperti jenis konten, demografi penonton, dan model monetisasi yang digunakan sangat berpengaruh terhadap besarnya nilai gaji. Kanal dengan penonton sedikit tapi bergerak di niche yang menjanjikan dengan target audiens luar negeri tentu akan mendapatkan penghasilan yang lebih besar.
- Apakah mungkin menjadi YouTuber full-time ketika subscriber masih di bawah 100 ribu?. Bisa saja, asalkan sumber pendapatannya didiversifikasi baik lewat AdSense, sponsor, menjual produk, serta membuka kelas. Bahkan, perkiraan penghasilannya bisa lebih besar jika Anda memiliki basis pelanggan yang loyal.
- Berapa watch-time yang diperlukan untuk bisa memonetisasi channel lewat AdSense?. Setidaknya Anda butuh 4000 jam tayang di 12 bulan terakhir untuk mengunlock fitur monetisasi. Selain itu, algoritma YouTube juga mengutamakan video dengan viewers yang mau menonton sampai benar-benar selesai.
Baca Juga: Belajar SEO YouTube: Cara Mudah Tingkatkan Views Video!
Dapatkan Free Audit
Sebelum kita sampai kepada kesimpulan dari pembahasan “Berapa gaji YouTubers” ini, MinTiv ingin menginfokan kepada Anda, bahwa Creativism sedang ada jasa Free Audit Website.
Bagaimana cara mendapatkannya?
Anda cukup klik tombol Free Audit, kemudian isi detail formulirnya. Hasil audit akan kami kirim via whatsapp/email.
Kesimpulan
Demikian ulasan seputar berapa gaji YouTubers, khususnya di Indonesia. Ternyata, banyak sekali faktor yang mempengaruhi besarnya penghasilan YouTuber. Jadi jika Anda berencana menjadi YouTuber, pastikan untuk membuat rencana yang matang mulai dari niche, target audiens, ide konten, hingga diversifikasi pendapatan. Semoga beruntung!
Artikel ini, dikreasikan oleh Tim Agency SEO Creativism. Agency SEO yang siap berikan pelayanan SEO terbaik dan lengkap sesuai dengan kebutuhan website klien. Hubungi kami langsung melalui WhatsApp 6281 22222 7920, untuk dapat layanan Jasa SEO Website Terbaik, segera!.



