
Per awal tahun 2025, tercatat sudah ada sekitar 50 miliar webpages yang terindeks oleh mesin pencari Google. Terlebih lagi, ada laporan yang menyebutkan bahwa terdapat 177 ribu website yang dibuat setiap harinya.
Statistik tersebut mungkin membuat kita bertanya-tanya, apakah mungkin website dan konten yang kita buat mampu bersaing dengan miliaran web lain? Namun jangan patah arang dulu, karena cara kerja search engine tidak seburuk yang dibayangkan.
Setiap laman yang tampil pada hasil pencarian (SERP) didasarkan pada kata kunci yang digunakan. Nah, kata kunci tersebut bisa dioptimasi dengan teknik SEO on-page yang tepat.
Baca Juga: 5 Manfaat Konten di Halaman Pertama Google, Bukan Sekedar Nambah Traffic
Dengan demikian, bukan tak mungkin jika web Anda bisa tampil di halaman pertama search engine. Pada kesempatan kali ini, MinTiv ingin menjelaskan cara kerja search engine secara komprehensif. Ayo simak pembahasan berikut!
Daftar Isi
ToggleApa Itu Search Engine?
Search Engine adalah sekumpulan database yang berisi webpages, file, jurnal, dan sebagainya yang bisa dicari. Mesin pencari sendiri memiliki dua komponen utama. Komponen pertama adalah search index, yaitu sebuah library digital yang berisi informasi terkait webpage.
Komponen kedua adalah algoritma, yakni program pada mesin pencari yang bertugas dalam mencocokkan kata kunci yang dicari dengan webpage yang muncul.
Tujuan utama search engine adalah menyediakan hasil yang terbaik dan paling relevan bagi pengguna. Hasil tersebut didapat dengan proses crawling atau menjelajahi miliaran webpage dengan bantuan web crawler, yang merupakan bot dari search engine.
Web crawler sendiri sering disebut sebagai spider. Mesin pencari seperti Google biasanya mendapatkan keuntungan dengan menawarkan fitur iklan berbayar pada konten yang dipublish.
Baca Juga: Struktur Konten Blog SEO yang Bagus dan Cara Membuatnya
Cara Kerja Search Engine
Ketika kata kunci dimasukkan pada mesin pencari, semua halaman yang relevan dengan keyword tersebut akan muncul. Indeks dan algoritma akan menentukan pemeringkatan laman mana yang akan muncul dari yang teratas hingga terakhir.
Itulah gambaran sederhana cara kerja search engine. Namun untuk yang lebih detailnya, berikut adalah cara kerjanya:
1. Crawling
Perlu ditekankan lagi bahwa Google sendiri sudah menyimpan database berisi miliaran webpages yang isinya terus bertambah setiap harinya. Karena itulah search engine harus melakukan crawling untuk menjelajahi miliaran laman tersebut lalu memilih beberapa yang paling relevan dengan kata kunci.
Salah satu cara mesin pencari dalam melakukan crawling adalah dengan mengikuti URL dari sebuah laman yang sudah ditemukan. Selain itu, mesin pencari juga dapat mendeteksi sitemap, yaitu sebuah file yang berisi informasi seperti foto, video, atau tulisan. Sitemap akan mengorganisir file-file tersebut untuk mempermudah bot dalam melakukan tugasnya.
Ketika search engine telah menemukan berbagai laman yang dijelajahi, crawler akan mengidentifikasi dan mempelajari setiap page tersebut. Crawler juga akan menganalisa setiap jenis konten entah yang berbentuk tulisan, visual, atau layout.
Website yang tampil pada mesin pencari masih memiliki peluang untuk terdeteksi oleh crawler selama beberapa hari hingga minggu. Ada banyak faktor yang menentukan agar website Anda tetap bisa ditampilkan oleh mesin pencari seperti popularitas dan optimasi SEO yang memadai.
2. Indexing
Indexing merupakan proses menganalisis webpage sekaligus menyimpan dan mengkategorisasinya. Setelah suatu laman ditemukan oleh crawler, informasi yang relevan akan diindeks. Namun, tentunya tidak semua informasi tersebut relevan, sehingga tidak semua page yang ditemukan akan diindeks.
Di dunia SEO sendiri terdapat istilah bernama search index. Informasi relevan yang ditemukan crawler tadi akan disimpan dan dikategorisasi ke dalam search index. Mesin pencari seperti Google memiliki search index dengan kapasitas mencapai 100 juta GB yang disimpan di sekitar 2,5 juta server di seluruh dunia.
Search index sendiri dirancang untuk menemukan hasil kueri dengan memetakan link atau URL, di mana hal itu akan memudahkan mesin pencari untuk menyodorkan jutaan laman pada pengguna dalam hitungan detik. Dalam memetakan URL ini, search index menggunakan beberapa informasi penting sebagai indikator:
- Keyword utama pada suatu laman
- Jenis konten pada suatu webpage.
- Waktu terakhir kali suatu konten diupdate.
- Intensitas interaksi pengguna dengan laman yang dicari.
Baca Juga: Google Indexing : Panduan Lengkap untuk SEO
3. Pemeringkatan
Setelah tahap crawling dan indexing, kueri yang dicari akan muncul pada SERP yang akan menampilkan ratusan hingga ribuan konten. Namun dari ribuan hasil tersebut, pasti ada beberapa laman yang tampil di halaman pertama bukan?.
Hal itu karena search engine melakukan pemeringkatan pada webpage yang tampil di SERP. Mesin pencari menentukan pemeringkatan lewat banyak faktor seperti relevansi dengan kata kunci, kualitas konten, lokasi pembuatan konten, hingga perangkat yang digunakan untuk mempublish konten tersebut.
Oleh karena itulah Anda membutuhkan kemampuan SEO yang mumpuni baik secara teknis atau non-teknis agar suatu website bisa tampil di bagian teratas SERP.
FAQ Seputar Konten
- Apa yang terjadi jika suatu laman tidak terindeks mesin pencari?. Kalau laman tersebut tidak terindeks, maka hasilnya tidak akan tampil sama sekali pada SERP, bahkan jika Anda mencoba mencarinya dengan kata kunci paling spesifik sekalipun. Masalah ini biasanya terjadi ketika suatu laman diblok oleh robots.txt.
- Seberapa sering search engine melakukan crawling ulang pada suatu website?. Semuanya tergantung popularitas, frekuensi unggahan konten, dan budget dari suatu website. Situs dengan otoritas yang tinggi seperti media massa mungkin akan terus dicrawl setiap saat, sedangkan untuk blog kecil hanya dicrawl setiap beberapa minggu.
- Apakah bisa memaksa Google untuk crawling konten yang baru saja dipublish?. Mungkin tidak bisa 100%, tapi prosesnya dapat dipercepat. Anda bisa menggunakan “URL Inspection Tool” pada Google Search Console untuk merequest proses indexing secara manual. Selain itu, konten berkualitas berisi internal link yang sudah terindeks sebelumnya juga dapat mempercepat proses crawling.
- Mengapa dua konten yang mirip memiliki peringkat yang beda jauh?. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh faktor belakang layar seperti otoritas domain yang digunakan, kualitas backlink, engagement rate, pembaruan konten, dll. Bahkan perbedaan kecil seperti struktur konten hingga perilaku audiens pada laman tersebut bisa menghasilkan peringkat yang berbeda.
- Apa fungsi backlink pada proses indexing dan pemeringkatan?. Backlink sederhananya merupakan sinyal kualitas dari laman yang dirujuk. Ketika website yang populer merujuk ke suatu laman, maka crawler akan menganggap laman tersebut memiliki konten yang berkualitas dan pantas untuk diindeks. Faktor yang mempengaruhi efektivitas backlink biasanya adalah relevansi website dan juga domain yang digunakan.
Baca Juga: Apa Saja Manfaat User Experience Untuk SEO?
Dapatkan Free Audit
Sebelum kita sampai kepada kesimpulan dari pembahasan “Cara kerja search engine” ini, MinTiv ingin menginfokan kepada Anda, bahwa Creativism sedang ada jasa Free Audit Website.
Bagaimana cara mendapatkannya?
Anda cukup klik tombol Free Audit, kemudian isi detail formulirnya. Hasil audit akan kami kirim via whatsapp/email.
Kesimpulan
Cara kerja search engine secara teknis memang terdengar cukup rumit, khususnya bagi yang masih awam di dunia SEO.
Pesan Sekarang: Jasa Kelola Blog Website
Namun, kita semua telah mengetahui bahwa mesin pencari memiliki mekanismenya sendiri untuk menentukan website yang tampil di halaman teratas. Oleh karena itulah optimasi SEO menjadi sangat penting di sini.
Artikel ini, dikreasikan oleh Tim Agency SEO Creativism. Agency SEO yang siap berikan pelayanan SEO terbaik dan lengkap sesuai dengan kebutuhan website klien. Hubungi kami langsung melalui WhatsApp 6281 22222 7920, untuk dapat layanan Jasa SEO Website Terbaik, segera!.



