
Di era digital yang semakin kompetitif, strategi pemasaran tidak lagi bisa dijalankan secara asal atau sekadar mengikuti tren. Data menunjukkan bahwa 32,9% pengguna internet berusia 16 tahun ke atas menemukan merek, produk, dan layanan baru melalui mesin pencari.
Angka ini menegaskan bahwa kehadiran dan strategi digital yang tepat sangat berpengaruh terhadap keputusan konsumen. Di sinilah peran digital strategist menjadi sangat penting.
Baca Juga: Contoh Produk Kemasan yang Kreatif dan Menarik
Lalu, apa itu digital strategist? Simak penjelasan MinTiv berikut ini.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Digital Strategist?
Digital strategist adalah profesional yang berfokus pada pengelolaan dan pengintegrasian berbagai aset digital untuk merancang strategi kampanye pemasaran yang selaras dengan tujuan bisnis perusahaan.
Peran ini umumnya berada di bawah divisi digital marketing dan termasuk posisi strategis dengan tingkat tanggung jawab yang cukup tinggi. Pada perusahaan berskala besar, digital strategist sering dipercaya untuk memimpin proyek digital activation, sekaligus mengevaluasi efektivitas seluruh channel digital yang digunakan, mulai dari website, media sosial, hingga iklan berbayar.
Baca Juga: Advertiser Indonesia: Solusi Digital Marketing Terbaik
Tidak hanya itu, mereka juga kerap berperan dalam membangun citra merek serta memperkuat kehadiran online agar perusahaan terlihat kredibel dan kompetitif. Oleh karena itu, perusahaan cenderung mencari digital strategist yang memahami seluruh touch point digital yang berinteraksi dengan konsumen setiap hari, serta mampu merancang kampanye pemasaran yang memaksimalkan fungsi masing-masing saluran secara optimal.
Tugas Digital Strategist
Seorang digital strategist memiliki peran penting dalam memastikan seluruh aktivitas pemasaran digital berjalan terarah dan efektif. Berikut beberapa tugas utama yang biasanya mereka tangani dalam keseharian untuk mendukung pencapaian tujuan bisnis perusahaan.
1. Merancang Strategi Pemasaran Digital
Digital strategist bertanggung jawab menyusun strategi pemasaran digital yang sesuai dengan visi dan kebutuhan brand. Proses ini mencakup penentuan tujuan jangka pendek dan jangka panjang, seperti meningkatkan brand awareness, mendorong konversi, atau memperkuat engagement audiens.
Strategi yang dirancang harus terukur, relevan dengan target pasar, serta mampu memanfaatkan berbagai channel digital secara terintegrasi agar hasil yang dicapai lebih optimal.
2. Menganalisis Data dan Performa
Analisis data menjadi bagian krusial dari tugas digital strategist. Mereka memantau performa kampanye melalui berbagai platform, seperti Google Analytics, media sosial, dan iklan berbayar.
Dari data tersebut, digital strategist dapat menilai efektivitas strategi yang dijalankan, menemukan peluang perbaikan, serta mengambil keputusan berbasis data. Dengan pendekatan ini, kampanye dapat terus dioptimalkan agar memberikan hasil yang lebih baik ke depannya.
3. Memilih Platform Digital yang Tepat
Tidak semua platform digital cocok untuk setiap jenis bisnis. Digital strategist harus memahami karakteristik audiens dan menentukan platform yang paling efektif untuk menjangkau mereka.
Pemilihan ini didasarkan pada demografi, perilaku pengguna, serta tujuan kampanye. Dengan fokus pada platform yang tepat, pesan pemasaran dapat tersampaikan lebih efisien dan peluang keberhasilan kampanye pun semakin besar.
4. Kolaborasi dengan Tim Kreatif
Dalam menjalankan strateginya, digital strategist bekerja erat dengan tim kreatif seperti desainer, content writer, dan videografer.
Kolaborasi ini bertujuan menghasilkan materi pemasaran yang menarik dan selaras dengan strategi yang telah disusun. Digital strategist memastikan setiap konten, baik berupa visual, tulisan, maupun video, mampu menyampaikan pesan brand secara konsisten dan relevan kepada target audiens.
5. Mengelola Anggaran Pemasaran
Pengelolaan anggaran menjadi tanggung jawab penting lainnya. Digital strategist harus memastikan setiap kampanye berjalan sesuai budget yang ditetapkan dan mampu memberikan ROI yang optimal.
Hal ini mencakup pengalokasian dana ke channel yang paling efektif, evaluasi biaya iklan, serta penyesuaian strategi jika hasil yang diperoleh belum sesuai dengan target bisnis perusahaan.
6. Memantau Tren dan Perkembangan Teknologi
Dunia digital terus berubah dengan cepat, sehingga digital strategist dituntut untuk selalu mengikuti tren dan teknologi terbaru.
Mereka perlu memahami perubahan algoritma media sosial, inovasi dalam iklan digital, hingga tools pemasaran terbaru. Dengan selalu update, digital strategist dapat menyesuaikan strategi agar tetap relevan, kompetitif, dan mampu menjawab kebutuhan pasar yang dinamis.
Skill dan Kualifikasi Wajib untuk Digital Strategist
Melihat kompleksitas tanggung jawabnya, wajar jika perusahaan mengharapkan digital strategist memiliki kombinasi skill yang tidak biasa.
1. Keterampilan Teknis (Hard Skills)
Keterampilan teknis menjadi fondasi utama bagi seorang Digital strategist. Mereka harus memahami cara kerja SEO, SEM, marketing automation, hingga berbagai tools analytics seperti Google Analytics dan CRM.
Bukan sekadar menggunakan tools, tetapi juga mampu melakukan setup tracking, membaca performa channel, serta memahami ekosistem marketing technology secara menyeluruh. Dengan penguasaan hard skills yang kuat, Digital strategist dapat menyusun strategi yang realistis, terukur, dan sesuai dengan kondisi teknis di lapangan.
2. Keterampilan Analitis dan Pemecahan Masalah
Kemampuan analitis adalah “otak” dari seorang digital strategist. Skill ini mencakup literasi data, yaitu kemampuan membaca data mentah, memahami konteks, lalu mengubahnya menjadi insight yang dapat ditindaklanjuti.
Seorang strategist tidak hanya fokus pada metrik marketing, tetapi juga mampu mengaitkan data dengan masalah bisnis yang lebih besar, seperti penurunan profit atau rendahnya retensi pelanggan, sehingga solusi yang ditawarkan lebih strategis.
3. Keterampilan Konseptual dan Berpikir Kritis
Selain data, digital strategist juga membutuhkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis. Mereka dituntut untuk menciptakan konsep kampanye yang segar, relevan, dan mampu menonjol di tengah persaingan digital yang padat.
Kreativitas ini juga berperan penting saat strategi tidak berjalan sesuai rencana, di mana strategist harus cepat mengevaluasi, mencari pendekatan baru, dan mengubah arah tanpa mengorbankan tujuan atau anggaran yang telah ditetapkan.
4. Keterampilan Manajerial dan Soft Skills
Sebagai penghubung antar tim, digital strategist harus memiliki soft skills yang kuat. Kemampuan komunikasi sangat penting untuk menjelaskan strategi kompleks kepada stakeholder sekaligus memberi arahan yang jelas kepada tim kreatif.
Selain itu, leadership dibutuhkan untuk memengaruhi, memotivasi, dan mengoordinasikan tim lintas fungsi. Ditambah dengan kemampuan manajemen proyek, strategist harus mampu mengelola timeline, prioritas, dan berbagai kampanye secara bersamaan.
5. Kualifikasi Formal dan Pengalaman Profesional
Untuk membuktikan kompetensinya, digital strategist biasanya memiliki latar pendidikan di bidang marketing, komunikasi, bisnis, atau analitik.
Baca Juga: Digital Marketing Training: Jenis-Jenis dan Platform Terbaik
Namun, pengalaman praktis menjadi faktor paling penting. Peran ini umumnya diisi oleh profesional dengan jam terbang tinggi sebagai digital marketer atau marketing manager. Portofolio yang kuat, berisi studi kasus nyata lengkap dengan strategi, hasil, dan pembelajaran, menjadi bukti konkret kemampuan seorang digital strategist.
FAQ Seputar Konten
- Apakah Digital Strategist harus menguasai semua channel digital? Digital strategist tidak harus menjadi ahli teknis di semua channel, tetapi wajib memahami cara kerja masing-masing platform. Pengetahuan ini membantu mereka menyusun strategi terintegrasi dan mengambil keputusan yang tepat berdasarkan karakter audiens dan tujuan bisnis.
- Apakah Digital Strategist cocok untuk fresh graduate? Biasanya tidak. Posisi ini membutuhkan pengalaman praktis di dunia digital marketing. Jam terbang sebagai specialist atau manager diperlukan agar mampu menganalisis data, memahami risiko, dan menyusun strategi yang realistis.
- Apa perbedaan Digital Strategist dan Digital Marketing Manager? Digital strategist lebih fokus pada perencanaan, analisis, dan arah strategi jangka panjang, sedangkan digital marketing manager lebih banyak mengelola eksekusi harian dan operasional kampanye digital.
Kesimpulan
Digital strategist merupakan peran penting dalam kesuksesan pemasaran digital sebuah bisnis. Dengan kombinasi skill teknis, analitis, kreativitas, serta pengalaman yang matang, mereka mampu merancang strategi digital yang terarah, terukur, dan selaras dengan tujuan bisnis jangka panjang perusahaan.
Ingin strategi digital yang terarah dan berdampak nyata bagi bisnis? Creativism siap membantu sebagai agency digital marketing profesional dengan solusi strategis, berbasis data, dan disesuaikan dengan tujuan bisnis Kawan Creativ.
Optimalkan bisnis Anda dengan digital marketing. Dapatkan konsultasi gratis dan wujudkan pertumbuhan bisnis Anda! Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp 6281 22222 7920.



