
Jenis Font dan Contohnya. Elemen visual pertama yang dikenali konsumen adalah font. Mulai dari logo, kemasan, media sosial hingga situs web, jenis font yang Anda gunakan dapat menciptakan berbagai kesan bagi audiens.
Jadi penting bagi Anda untuk mengetahui jenis font dan contohnya. Karena memilih font untuk brand bukan tentang selera, melainkan keputusan yang memengaruhi cara audiens memandang brand Anda.
Berikut ini, MinTiv akan menjelaskan jenis font dan contohnya serta tips memilihnya.
Daftar Isi
ToggleMengapa Font Penting untuk Brand?
Font merupakan hal penting untuk brand, karena font yang Anda pilih dapat mencerminkan nilai dan keseluruhan citra brand Anda.
Jika brand Anda berkaitan dengan kesehatan, font yang digunakan harus memberi kesan serius dan dapat diandalkan. Jika menggunakan font yang unik, tidak cocok untuk brand tersebut.
Beberapa personality dari sebuah brand yang umum meliputi fleksibel, formal, santai, tenang, berani, ceria dan hangat. Untuk mewujudkan personality dari brand Anda, maka pilihlah font yang sesuai.
Dalam branding, penggunaan font yang konsisten bisa membantu membangun identitas brand yang kuat. Hal ini dikarenakan jika font terkait dengan suatu brand, bisa menjadi elemen yang mudah diingat dan dikenali oleh audiens.
Jenis Font dan Contohnya untuk Brand Anda
Berikut ini adalah jenis font dan contohnya untuk brand Anda.
1. Font Serif

Sumber: Google Images
Font serif adalah jenis huruf pertama yang digunakan dalam proses pencetakan skala besar. Berasal dari tahun 1400an, font ini dirancang berdasarkan goresan dekoratif tipis pada ujung goresan suatu karakter.
Hasilnya, font ini menawarkan tampilan klasik dan tradisional. Oleh karena itu, font ini biasanya bisa Anda lihat pada brand yang ingin mempertahankan kemewahan dalam waktu yang lama.
Font serif juga bisa digunakan untuk bisnis yang telah berdiri lama atau memiliki sejarah panjang. Contoh font serif adalah Times New Roman, Garamond, Georgia, Baskerville dan Courier New.
Penggunaan font serif bisa memperkuat identitas brand Anda yang formal, klasik, dan elegan. Brand terkenal yang menggunakan font serif adalah logo Dior, Gap, dan The New York Times.
2. Font Sans Serif

Sumber: Google Images
Jenis font selanjutnya adalah font sans serif, yang serupa tapi tak sama dengan jenis font legend. Perbedaannya yaitu font sans serif memiliki garis di tepi hurufnya yang memberi kesan modern, chic, jujur dan sederhana.
Contoh jenis font ini adalah Helvetica, Roboto, Futura, Calibri dan Lato. Font sans serif bisa menjadi pilihan cocok untuk brand Anda yang memiliki personality modern, bersih, dan user friendly, serta memberi kesan inovatif, relevan, dan mudah didekati. Brand terkenal yang menggunakan font sans serif adalah Chanel, Linkedin, dan Google.
3. Font Skrip

Sumber: Google Images
Font skrip merupakan jenis font yang meniru kaligrafi atau tulisan tangan kursif. Namun, memilih font ini juga beresiko untuk brand Anda karena cenderung sulit dibaca dan bisa saja memberi kesan ketinggalan zaman. Meski begitu, jika Anda menggunakannya dengan sesuai brand Anda bisa tampak unik seperti tulisan merek Coca-cola, Barbie dan Ford.
Contoh font jenis ini adalah Harlend, Zapfino, Brush Script, Lobster dan Pacifino. Jika brand Anda ingin menciptakan kesan hangat, eksklusif, atau kreatif maka font ini bisa menjadi pilihan.
4. Font Handwriting

Sumber: Google Images
Jenis font ini sesuai dengan namanya, meniru tulisan tangan manusia. Hal ini memberi kesan yang lebih personal dan mudah dipahami untuk brand apapun.
Contoh font handwriting seperti Bradley Hand dan Vivaldi. Brand yang menggunakan font ini tampak unik seperti H&M, Virgin, dan Ray-Ban. Jika brand Anda merupakan hasil buatan tangan maka bisa menggunakan font ini.
5. Font Dekoratif

Sumber: Google Images
Jenis font ini memiliki gaya yang paling beragam. Font dekoratif sangat bergaya dengan dan menggunakan berbagai bentuk dan proporsi. Contoh font jenis ini adalah Gazpacho, Abril Fatface, Gilroy, Bourton font dan Cooper Black.
Penggunaan font dekoratif juga cocok untuk brand Anda yang ingin mudah diingat dan khas. Brand yang menggunakan font ini contohnya Toys R Us, Disney dan Subway.
6. Font Slab Serif

Sumber: Google Images
Ini merupakan jenis font versi serif yang besar dan kotak-kotak. Font ini sering digunakan untuk judul berita, font tampilan dan apapun yang memerlukan font tebal untuk penekanan. Contoh font ini adalah Rockwell, Roboto Slab, Courier, Memphis, Museo Slab, Arvo, dan Clarendon.
Brand terkenal yang menggunakan jenis font ini adalah Sony, Honda dan Volvo. Jika Anda ingin menciptakan brand dengan kesan kuat, profesional, dan mudah dikenali, maka font ini bisa menjadi pilihan.
Tips Memilih Font untuk Brand Anda
Setelah mengetahui jenis font dan contohnya, berikut ini ada tips memilih font untuk brand Anda.
1. Sesuaikan dengan Brand Personality Anda
Font yang Anda pilih harus sesuai dengan brand personality. Cara untuk memahami ini adalah dengan meneliti font yang digunakan oleh brand yang sama dengan Anda.
Baca Juga: Tips Mengoptimalkan Unsur-Unsur Iklan untuk Bisnis
Anda tidak harus menggunakan font yang sama, tetapi ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran umum tentang font apa yang kemungkinan cocok dengan brand yang Anda miliki.
2. Keterbacaan Font
Pemilihan font Anda harus mempertimbangkan keterbacaan di berbagai layar, ukuran, dan format halaman. Jika mengabaikan hal ini dapat menghasilkan desain yang sulit dibaca dan memberi ketegangan yang tidak perlu pada mata.
Pertimbangkan apakah font Anda ditujukan untuk layar digital, cetak, atau keduanya. Pastikan pilihan font Anda cocok untuk hal tersebut.
3. Memahami Jenis Font
Ada berbagai jenis font dan contohnya untuk brand Anda. Agar font yang dipilih sesuai, Anda bisa mempertimbangkan karakteristik masing-masing jenis font dan pilih yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
4. Perhatikan Aksesibilitas
Pastikan font yang Anda pilih mudah dibaca oleh semua orang, termasuk yang memiliki tantangan penglihatan. Font dengan kontras yang terlalu rendah antara teks dan latar belakang juga sebaiknya dihindari.
5. Bandingkan dan Uji
Sebelum membuat keputusan, Anda bisa membandingkan beberapa font terlebih dahulu. Lalu bandingkan bagaimana font tersebut terlihat dan apakah cocok untuk brand Anda. Selain itu,untuk memastikan keterbacaan yang konsisten, Anda bisa uji font pada berbagai ukuran dan perangkat.
6. Jaga Konsistensi
Brand Anda harus menggunakan font yang konsisten. Tidak hanya untuk logo, tetapi juga untuk seluruh elemen visual seperti kemasan, materi promosi, website, dan media sosial. Tujuannya agar brand mudah dikenali, profesional dan tampak rapi di semua media komunikasi.
7. Pertimbangkan Lisensi dan Hak Cipta
Pastikan Anda menggunakan font sesuai dengan ketentuan lisensinya. Hal ini dikarenakan beberapa font mungkin memiliki pembatasan penggunaan komersial atau modifikasi.
FAQ Seputar Konten
- Berapa banyak jenis font ideal dalam satu desain? Maksimal 2–3 jenis font agar desain tetap konsisten dan mudah dibaca.
- Dimana saya bisa mendownload font gratis? Anda bisa mengunduh font gratis di Google Fonts, Dafont, atau Font Squirrel.
Dapatkan Free Audit
Sebelum kita sampai kepada kesimpulan dari pembahasan “Jenis Font dan Contohnya” ini, MinTiv ingin menginfokan kepada Anda, bahwa Creativism sedang ada jasa Free Audit Website.
Bagaimana cara mendapatkannya?
Anda cukup klik tombol Free Audit, kemudian isi detail formulirnya. Hasil audit akan kami kirim via whatsapp/email.
Kesimpulan
Ada beberapa jenis font dan contohnya, yang memberi kesan berbeda-beda. Pastikan Anda untuk memilihnya sesuai dengan brand personality.
Artikel ini, dikreasikan oleh Tim Agency SEO Creativism. Agency SEO yang siap berikan pelayanan SEO terbaik dan lengkap sesuai dengan kebutuhan website klien. Hubungi kami langsung melalui WhatsApp 6281 22222 7920, untuk dapat layanan Jasa SEO Website Terbaik, segera!.



