
Jika Anda pernah memakai jasa desainer grafis, seringkali pertanyaan yang keluar dari si desainer adalah “Mau logotype atau logomark?”. Kedua istilah tersebut memang sering tertukar dan merupakan istilah yang cukup teknis di kalangan desainer grafis, sehingga tidak banyak orang awam yang mengetahuinya.
Dalam pengertian yang paling sederhana, logotype sering kali disingkat sebagai “logo” saja. Kadang-kadang beberapa graphic designer juga menyebutnya sebagai wordmark.
Nah, pada kesempatan kali ini, MinTiv akan mengupas tuntas mengenai logotype mulai dari pengertian, perbedaannya dengan logomark, dan juga manfaatnya. Tanpa perlu lama-lama, ayo simak langsung pembahasan berikut!
Daftar Isi
TogglePengertian Logotype
Logotype adalah salah satu jenis logo yang berisi tulisan, dan biasanya berfokus pada nama atau inisial dari suatu perusahaan maupun brand. Kalau Anda tidak asing dengan logo Google, Coca Cola, atau Visa, nah itu semua adalah contohnya. Jenis logo ini merupakan pilihan terbaik dan termudah bagi brand-brand baru yang sedang membangun awareness pada audiens.
Baca Juga: Jenis-Jenis Logo Unik untuk Branding yang Berkesan
Karena berupa tulisan yang mencantumkan nama perusahaan, maka pada logo tersebut akan tersisa lebih banyak ruang yang bisa diisi dengan profil atau jargon perusahaan. Bagus atau tidaknya logo ini juga bergantung pada jenis tipografi yang dipakai, beserta kecocokannya dengan identitas dan filosofi perusahaan. Contohnya, logo dengan huruf yang gelap dan tebal menandakan brand yang kokoh dan stabil, sedangkan logo yang colorful mencerminkan lingkungan perusahaan yang jauh lebih ceria dan fleksibel.
Meskipun “hanya” berisi tulisan, bukan berarti logotype lebih mudah dibuat daripada jenis logo lain. Bahkan, tidak sedikit grafik desainer yang menganggap membuat logo berupa tulisan jauh lebih sulit. Anggapan tersebut sebenarnya valid, karena logotype tidak hanya harus memikirkan komposisi warna atau ukuran, tapi juga memilih jenis tipografi yang tepat.
Perbedaan Logotype Vs Logomark
Dalam dunia desain logo, kedua istilah ini lah yang paling sering tertukar, khususnya bagi orang awam. Mungkin bagi beberapa orang yang tidak familiar dengan desain grafis akan menganggap semua jenis logo itu sama saja. Padahal, kenyataannya tidak demikian, bahkan perbedaannya cukup mencolok.
Logomark sendiri jauh lebih berfokus pada gambar, ikon, atau simbol yang menggambarkan identitas brand. Dengan kata lain, logomark juga berfungsi dalam menyampaikan konsep dan ide dari suatu brand dalam bentuk ikon yang unik. Contoh dari logomark adalah logo dari Twitter atau Apple, yang keduanya tidak mengandung unsur tulisan sama sekali.
Dari sini, sepertinya perbedaannya sudah mulai jelas bukan? Logotype lebih memanfaatkan kekuatan bahasa sebagai branding, sedangkan logomark sepenuhnya mengandalkan komunikasi visual. Perbedaan font dan tipografi pada logo sedikit saja bisa memengaruhi branding perusahaan pada audiens. Begitupun ragam bentuk dan jenis lingkaran pada logo juga akan menentukan tone perusahaan secara berbeda.
Baca Juga: 7 Contoh Logo Simple dan Artinya, Perbanyak Inspirasimu!
Jika Anda memiliki nama brand yang didasarkan pada permainan kata atau nama seseorang, maka logotype adalah pilihan yang tepat. Sedangkan jika nama brand Anda persis seperti suatu objek/hewan layaknya Apple atau Shell, maka logomark adalah pilihan terbaik. Logotype sendiri bagus untuk membangun branding awal, sedangkan logomark lebih cocok jika Anda mau rebranding secara radikal.
Manfaat Logotype untuk Perusahaan
Ada beberapa keuntungan dari menggunakan logo berbasis tulisan, salah satunya adalah brand Anda jadi tidak mudah tertukar dengan merk lain. Lalu, Anda juga bisa memasukan jargon yang berkesan pada logo, contohnya seperti tajuk “Just do it” pada logo Nike. Namun, logo tulisan memiliki lebih banyak manfaat seperti berikut ini:
1. Sederhana dan Mudah Diingat
Jika Anda sering memperhatikan logo-logo teranyar dari beberapa brand seperti Intel, Subway, Skoda, hingga Burger King, pasti sekilas ada suatu kemiripan di antara semua contoh tersebut. Ya, semua logo baru tersebut jauh lebih simpel dari versi sebelumnya. Transformasi logo yang jadi lebih minimalis ini bukanlah tanpa alasan, karena 42% konsumen justru lebih percaya pada brand dengan logo yang lebih sederhana.
Walaupun logomark juga bisa dibuat lebih sederhana, tapi tetap tidak bisa dipungkiri jika logo berupa teks jauh lebih straightforward dan mudah diingat oleh konsumen. Mungkin hanya perlu sedikit dibumbui jargon, logotype mampu menyampaikan pesan dan filosofi perusahaan dengan lebih efektif daripada simbol.
2. Memperkuat Branding
Mungkin ikon atau simbol akan lebih efektif pada brand-brand besar. Namun, bagi yang baru memulai bisnis atau membangun merek, rasanya akan sangat sulit bagi audiens untuk mengaitkan suatu simbol dengan brand yang baru dibentuk tersebut.
Oleh karena itulah type logo memberikan semacam kickstart bagi Anda yang baru membangun suatu brand. Dengan logo tulisan yang terpampang jelas, calon konsumen atau klien pastinya akan lebih mudah mengasosiasikannya dengan brand Anda. Teknik ini menjadi salah satu cara tercepat dan efektif untuk penetrasi pasar sekaligus membangun identitas yang kuat.
3. Tidak Lekang oleh Waktu
Logo yang paling efektif adalah yang dapat digunakan dalam jangka panjang terlepas dari perubahan yang terjadi dalam tubuh perusahaan. Selain itu, Anda juga tidak perlu repot-repot mengeluarkan biaya tambahan untuk mengganti logo secara berkala.
Mungkin Anda familiar dengan logo FedEx. Hanya dengan tulisan berupa nama brand tersebut, ternyata logo FedEx belum berganti sejak 1994. Ini adalah suatu bukti bahwa logo tulisan memang lebih tahan lama karena akan tetap relevan dari tahun ke tahun.
4. Cocok Ditempatkan di mana Saja
Pernah berpikir jika ada logo yang mungkin terlihat bagus lewat hp, tapi jadi kurang cocok jika terletak pada billboard atau suatu gedung? Jika demikian, maka bisa dikatakan logo tersebut bukanlah contoh yang bagus.
Logo yang bagus harusnya mampu terlihat jelas baik di hp, laptop, koran, hingga kartu ATM sekalipun. Jadi jika Anda sedang membuat suatu logo, coba tes dan pastikan dahulu kalau logo tersebut tetap terlihat cantik walau pada device yang berbeda.
Fungsi Logotype dalam Branding
Logotype memiliki peran penting dalam membentuk identitas visual sebuah brand. Tidak hanya sebagai tulisan nama perusahaan, logotype membantu audiens mengenali dan mengingat brand dengan lebih mudah.
1. Membangun Identitas yang Konsisten
Logotype menjadi elemen visual yang paling sering dilihat di berbagai media, mulai dari kemasan, website, hingga media sosial. Dengan desain huruf yang khas, logotype memastikan brand memiliki tampilan yang konsisten di setiap platform.
2. Menonjolkan Karakter dan Nilai Brand
Melalui pemilihan font, bentuk huruf, dan jarak antar karakter, logotype dapat menyampaikan karakter brand tanpa perlu kata tambahan. Contohnya, logotype dengan huruf tebal mencerminkan kepercayaan dan kekuatan, sementara huruf melengkung dan lembut memberi kesan ramah dan feminin.
3. Memudahkan Pengenalan Brand
Karena logotype berisi nama brand secara langsung, audiens tidak perlu menebak simbol atau arti di balik logo.
Hal ini sangat membantu terutama bagi brand baru yang sedang membangun awareness di pasar.
Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Logotype
Menggunakan logotype memiliki kelebihan tersendiri, namun juga disertai beberapa keterbatasan yang perlu dipertimbangkan sebelum menggunakannya sebagai identitas utama brand.
Kelebihan Logotype
- Mudah Diingat. Nama brand langsung terlihat, sehingga lebih cepat dikenali oleh audiens.
- Terlihat Profesional dan Sederhana. Desain berbasis teks memberi kesan bersih, elegan, dan profesional tanpa elemen visual berlebihan.
- Fleksibel di Berbagai Media. Logotype mudah diterapkan pada berbagai ukuran dan media, baik digital maupun cetak.
- Meningkatkan Brand Recall. Karena fokus pada nama, logotype membantu audiens mengingat brand dengan lebih kuat.
Kekurangan Logotype
- Kurang Simbolik. Tanpa ikon atau simbol tambahan, logotype tidak selalu bisa menyampaikan pesan atau makna tertentu.
- Bergantung pada Tipografi. Jika tipografi tidak kuat atau mudah ditiru, logotype bisa kehilangan keunikan.
- Kurang Efektif untuk Nama yang Panjang. Brand dengan nama terlalu panjang mungkin sulit menciptakan logotype yang estetis dan mudah dibaca di semua ukuran.
Panduan Praktis Membuat Logotype
Membuat logotype bukan hanya soal menulis nama brand dengan font menarik. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar hasilnya efektif dan berkarakter.
1. Pilih Tipografi yang Mewakili Karakter Brand
Tipografi adalah inti dari logotype. Gunakan jenis huruf yang sesuai dengan kepribadian brand Anda. Misalnya:
- Huruf tebal dan kapital cocok untuk brand yang ingin terlihat kuat dan berani.
- Huruf tipis dan elegan cocok untuk brand premium atau feminin.
2. Perhatikan Spasi dan Proporsi Huruf
Jarak antar huruf (kerning) dan tinggi huruf (x-height) memengaruhi kenyamanan visual. Pastikan huruf tidak terlalu rapat atau renggang agar tetap mudah dibaca di berbagai ukuran.
3. Gunakan Warna yang Konsisten
Warna menjadi bagian dari identitas visual yang melekat pada logotype. Pilih satu hingga dua warna utama yang bisa digunakan di berbagai media, termasuk versi hitam putih agar tetap fleksibel.
4. Uji Skalabilitas
Pastikan logotype tetap terlihat jelas dan terbaca baik di ukuran kecil (seperti favicon) maupun besar (seperti banner).
5. Sederhana tapi Berkarakter
Hindari detail berlebihan. Logotype yang baik cukup sederhana namun tetap memiliki ciri khas yang mudah dikenali.
FAQ Seputar Konten
- Bagaimana seorang desainer bisa membuat logo yang cocok dengan identitas perusahaan?. Ada beberapa faktor seperti tipografi, spacing, dan pewarnaan yang dapat memengaruhi suatu logo agar bisa merefleksikan identitas dan filosofi perusahaan.
- Apakah logotype memiliki jenis yang berbeda?. Ada beberapa jenis logo tulisan seperti wordmark, lettermark (inisial), dan juga gabungan antara teks dan simbol. Setiap jenis tersebut memiliki kompleksitas yang berbeda-beda.
- Kenapa tipografi sangat penting dalam logo?. Tipografi yang tepat memainkan peran penting karena mampu menyampaikan tone dan gaya dari suatu brand.
- Apa itu “Kerning” pada tipografi?. Kerning adalah istilah pada tipografi yang merujuk pada spacing antara dua karakter spesifik. Meskipun tampak sederhana, tapi penggunaan kerning juga dapat memengaruhi perbedaan emosi tertentu pada logo.
- Software apa saja yang bisa digunakan untuk mendesain logo teks?. Ada banyak software yang bisa digunakan. Mulai dari software yang memenuhi standar industri seperti Adobe Illustrator, software dengan harga terjangkau seperti Affinity Designer, hingga platform online yang ramah pemula seperti Canva.
Dapatkan Free Audit
Sebelum kita sampai kepada kesimpulan dari pembahasan “Logotype” ini, MinTiv ingin menginfokan kepada Anda, bahwa Creativism sedang ada jasa Free Audit Website.
Bagaimana cara mendapatkannya?
Anda cukup klik tombol Free Audit, kemudian isi detail formulirnya. Hasil audit akan kami kirim via whatsapp/email.
Kesimpulan
Nah, itulah ulasan seputar logo type mulai dari pengertian hingga manfaatnya. Bagi Anda yang baru merintis perusahaan atau brand, maka jenis logo yang satu ini akan sangat cocok untuk memberikan standpoint yang jelas di mata calon konsumen atau klien.
Pesan Sekarang: Jasa Desain Logo Unik dan Profesional
Setelah membaca artikel ini, MinTiv berharap tidak ada lagi yang tertukar antara logotype dan logomark ya!
Artikel ini, dikreasikan oleh Tim Agency SEO Creativism. Agency SEO yang siap berikan pelayanan SEO terbaik dan lengkap sesuai dengan kebutuhan website klien. Hubungi kami langsung melalui WhatsApp 6281 22222 7920, untuk dapat layanan Jasa SEO Website Terbaik, segera!.



