
Bayangkan jika ada bisnis kue kering yang sering direkomendasikan oleh pelanggan lain, maka kemungkinan bisnis kue tersebut akan semakin ramai dibeli bukan? Begitu halnya dengan blog atau website, yang performanya akan semakin bagus di mata mesin pencari jika sering dirujuk oleh laman lain dengan backlink.
Nah, salah satu strategi agar web kita bisa mendapatkan banyak backlink adalah dengan menggunakan PBN (Private Blog Network). Sederhananya, PBN atau sering disebut sebagai web feeder (pengumpan) merupakan suatu trik yang bertujuan agar suatu website terlihat populer karena sering dirujuk laman lain.
Baca Juga: 6 Tips Memilih Template Konten Blog SEO Friendly
Dengan begitu, web tersebut memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk terindeks di halaman teratas SERP. Namun, bagaimana cara trik ini bekerja? Apakah legal dan aman untuk digunakan? Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak ulasan berikut!
Daftar Isi
ToggleApa Itu PBN?
PBN adalah sekumpulan website yang sengaja dibuat untuk menyediakan backlink yang mengarah pada web yang ingin dioptimasi secara SEO.
Secara tidak langsung, trik ini bertujuan untuk memancing trafik organik dalam meningkatkan visibilitas dan kredibilitas suatu web di mata mesin pencari.
Sekumpulan website ini bisa didapatkan dengan membuat baru atau lewat membeli domain lama yang sudah memiliki optimasi SEO yang bagus. Jadi, PBN memungkinkan Anda untuk tidak perlu repot-repot membuat kerja sama dengan pemilik web lain untuk bertukar backlink.
Hal ini dikarenakan Anda memiliki kontrol penuh atas semua backlink tersebut. Kedengarannya memang sangat menggiurkan, tapi Anda harus tahu lebih dulu cara kerjanya.
Cara Kerja PBN
PBN seolah-olah membuat ilusi di hadapan search engine bahwa suatu website memang dirujuk oleh laman lain berdasarkan manfaat dan kualitasnya. Hal ini pula yang menjadi alasan mengapa Google memberi faktor pemeringkatan berdasarkan backlink. Karena dari setiap link yang menautkan website lain seharusnya menjadi tanda bahwa audiens benar-benar menyukai konten pada laman yang dirujuk.
Bagi yang sudah berpengalaman di dunia SEO pasti tahu bahwa Google sangat membenci hal yang tidak natural. Contohnya, jika Anda ingin menaikkan trafik pada website dengan membuka laman tersebut berkali-kali secara sengaja, Google akan langsung mendeteksinya dan bahkan memberikan penalti.
Namun, bagaimana dengan backlink? Apakah trik PBN ini dianggap legal dan alami oleh Google? Kalaupun tidak legal, mengapa masih banyak orang yang menggunakan trik ini? Nah, MinTiv akan bocorkan rahasianya setelah ini.
Baca Juga: Tips Membangun Backlink Bersama Web Partner
Apakah PBN Legal dan Aman?
Bagi yang sudah tertarik untuk menggunakan trik ini, maka ada baiknya untuk mengurungkan niat tersebut, karena faktanya PBN melanggar pedoman kualitas halaman Google. Pedoman Google secara jelas melarang praktik ini dan mengkategorikannya sebagai link spam. Berikut adalah larangannya:
“Link apapun yang bertujuan untuk memanipulasi pemeringkatan pencarian Google akan dianggap sebagai link spam. Tindakan tersebut juga meliputi manipulasi link yang masuk maupun keluar ke/dari situs Anda.”
Jadi, sudah jelas bahwa praktik PBN melanggar ketentuan Google di atas. Hal ini pula yang menyebabkan PBN termasuk ke dalam kategori SEO black-hat, di mana para pelakunya berusaha sebisa mungkin untuk menyembunyikan jejak yang terhubung pada laman pengumpulannya agar tidak terdeteksi Google.
Alasan Orang-orang Menggunakan PBN
Jika memang ilegal dan merepotkan, mengapa masih banyak orang yang bersikeras menggunakan trik ini? Setidaknya, ada dua alasan yang mendasari mengapa trik ini masih umum digunakan:
1. Membangun Backlink Cukup Sulit
Idealnya, backlink didapatkan dengan metode white-hat seperti guest posting, menjalin relasi untuk bertukar backlink, atau sesederhana membuat konten yang berkualitas agar direkomendasikan oleh orang lain. Sayangnya, cara tersebut tidak selalu berhasil, setidaknya dalam waktu yang instan.
Karena pada dasarnya, sebagus apapun konten yang dibuat, Anda tetap harus menunggu sampai memang ada web lain yang ingin merujuknya. Memang Anda bisa menjalin kerja sama, tapi beberapa web yang sudah cukup besar kadang mematok tarif yang mahal untuk hal ini. Begitupun jika Anda mengirim ratusan email untuk mempromosikan suatu konten, yang ujung-ujungnya belum tentu ada kepastian.
2. Anchor Text Rentan Dimanipulasi
Anchor text adalah teks yang bisa diklik dalam suatu hyperlink pada website yang akan membantu Google memahami konteks dari link yang dituju. Dengan begitu, Google bisa memberi peringkat dengan tepat pada kata kunci yang tepat.
Sayangnya, anchor text sendiri bisa dimodifikasi sesuka hati jika memiliki PBN. Pada backlink organik, Anda tidak tahu anchor text apa yang akan digunakan oleh orang tersebut. Namun dengan PBN, Anda memiliki kontrol penuh dalam memasukkan backlink beserta anchor text nya. Dengan begitu, Google akan kesulitan dalam mendeteksi apakah backlink tersebut organik atau tidak.
Risiko Menggunakan PBN
Walaupun banyak orang yang lolos dengan trik ini bukan berarti semuanya tanpa risiko. Jika Google sampai mengetahui kecurangan ini, setidaknya ada beberapa risiko yang bisa terjadi:
1. Backlink Dibiarkan Begitu Saja
Jika Google melihat ada backlink yang mencurigakan dan tidak organik, maka link tersebut akan dibiarkan begitu saja. Itu berarti backlink Anda akan sia-sia dan tidak berpengaruh pada pemeringkatan Google. Namun, risiko ini masih jauh lebih baik dari yang satunya.
2. Website Terkena Penalti
Jika trik ini digunakan secara berlebihan, maka kemungkinan besar website Anda akan terkena penalti. Begitu penalti ini dikenakan, maka website Anda akan diberi peringkat yang rendah, atau bahkan tidak dimasukkan sama sekali dalam SERP.
Jika terkena penalti, biasanya Google akan memberi peringatan lewat Google Search Console pada bagian Manual Actions. Untuk mengatasi hal ini, Anda harus menghapus semua backlink yang tidak organik sekaligus mengajukan banding.
Baca Juga: Tips dan Trik Menjalankan PBN dengan Aman
FAQ Seputar Konten
- Apakah ada cara aman untuk menggunakan PBN?. Ada beberapa tips agar PBN aman seperti membuat konten yang benar-benar berkualitas, menamai anchor text secara natural, dan tidak menggunakan trik ini secara berlebihan. Setidaknya, tips tersebut akan mencegah kecurigaan crawler
- Bagaimana Google mendeteksi PBN?. Ada beberapa indikator yang digunakan Google seperti penggunaan IP dan server yang sama, anchor text dengan pola yang mirip, atau struktur website yang identik.
- Apa perbedaan PBN dan guest posting?. Guest posting adalah strategi white-hat di mana Anda mengunggah konten pada website yang original dan berkualitas dengan seizin editor atau pemiliknya.
- Apakah domain yang kedaluwarsa buruk untuk SEO?. Tidak juga, selagi domain sebelumnya memang asli dan bukan bagian dari jaringan PBN.
- Bagaimana cara mengatasi penalti karena PBN?. Anda harus mengetahui dan membuang seluruh backlink yang bersifat spam, serta menolak tautan yang berbahaya menggunakan Google Search Console. Jangan lupa untuk ajukan rekonsiderasi dan berkomitmen untuk tidak menggunakan trik black-hat lagi di masa depan.
Dapatkan Free Audit
Sebelum kita sampai kepada kesimpulan dari pembahasan “PBN” ini, MinTiv ingin menginfokan kepada Anda, bahwa Creativism sedang ada jasa Free Audit Website.
Bagaimana cara mendapatkannya?
Anda cukup klik tombol Free Audit, kemudian isi detail formulirnya. Hasil audit akan kami kirim via whatsapp/email.
Kesimpulan
Jadi, pertanyaan terkait apakah PBN aman dan legal sudah terjawab. Dari pada menggunakan taktik black-hat, akan lebih baik untuk berinvestasi pada kemampuan diri sendiri, khususnya dalam SEO teknis. MinTiv harap semua orang yang membaca ulasan di atas menggunakan taktik SEO yang jujur dan tidak melanggar aturan.
Artikel ini, dikreasikan oleh Tim Agency SEO Creativism. Agency SEO yang siap berikan pelayanan SEO terbaik dan lengkap sesuai dengan kebutuhan website klien. Hubungi kami langsung melalui WhatsApp 6281 22222 7920, untuk dapat layanan Jasa SEO Website Terbaik, segera!.




Aku sering dengar tentang blackhat ini ya, salah satunya PBN. Jadi PBN ini bisa dikendalikan oleh satu orang yang punya banyak website untuk menaikkan satu web tertentu, begitu ya Kak?
Terima kasih telah berkunjung ke blog Creativism.
Benar sekali kak, hanya saja memang risikonya terlalu tinggi.
Agak serem juga ya klo blog pribadi kita dibuat PBN, resiko di penaltinya itu bikin kawatir. Eh tapi rata2 yang buat PBN kayaknya pake blog standar yg pake TLD sangat murah, biar gak rugi mungkin ya
Aku baru denger istilah PBN ini kak. Ternyata ada juga ya trik pasang backlink dengan PBN ini. Saya pernah lihat di beberapa marketplace memang ada PBN saya kira itu backlink biasa dan harganya justru beberapa mahal sekali. Tidak sebanding sih dengan resiko website di google. 🫣