
Jika MinTiv bertanya, aspek mana dalam desain logo yang paling berpengaruh dalam membentuk persepsi konsumen terhadap brand, maka kira-kira apa jawabannya? Betul! Jawabannya adalah tipografi atau font.
Di produk apapun itu, tipografi bukanlah sekadar tulisan biasa. Salah satu produk yang paling mengandalkan tipografi dalam logonya adalah skincare. Tulisan skin care adalah representasi dari identitas brand yang dibawa.
Baca Juga: 15 Rekomendasi Font untuk Logo, Dijamin Keren!
Agar tulisan pada logo skincare bisa membawa pesan tertentu yang dapat masuk ke dalam hati dan otak konsumen, maka pemilihan font nya harus tepat. Beberapa font tulisan yang sering digunakan biasanya antara serif dan sans-serif. Kebetulan pada kali ini, MinTiv ingin membahas contoh tulisan skincare baik brand lokal maupun internasional dengan desain yang paling berseni.
Ayo simak pembahasan berikut!
Daftar Isi
ToggleContoh Tulisan Skin Care Terbaik
Di industri skincare, tipografi yang digunakan pada logo menjadi media komunikasi yang paling terdepan untuk menyampaikan filosofi brand.
Karenanya, font menjadi faktor yang menentukan standpoint bagi suatu brand, yang dalam jangka dapat membentuk persepsi konsumen dalam memilih produk skincare. Berikut ini MinTiv telah merangkum contoh logo skincare dengan font/tipografi paling cantik:
1. Aesop

Sumber: 1000 Logo
Aesop telah dikenal secara global akan citranya sebagai sesuatu yang bersifat mewah, intelektual, dan minimalis. Brand ini didirikan di Melbourne tahun 1987 sebagai pendobrak pasar skincare yang logonya didominasi warna-warna terang dan mencolok.
Jika skincare lain membangun citra dengan mengendorse artis, maka Aesop mencitrakan produknya sebagai sesuatu yang intelek dengan desain minimalis dan bahan-bahan yang diracik di laboratorium.
Filosofi brand ini sangat tercermin dari logotypenya yang memakai font Optima, yaitu font sans-serif bertema humanis yang didesain oleh Hermann Zapf pada tahun 1950an. Font ini sendiri tidak bisa dibilang geometris karena memiliki ketebalan goresan yang halus dan terinspirasi dari kaligrafi era renaisans. Dengan begitu, jenis logo ini memberikan vibes yang modern dan bersih. Namun, unsur romawi klasiknya juga melambangkan suatu kebijaksanaan.
2. The Ordinary

Sumber: Brandlogos.net
Persis seperti Aesop, Ordinary juga mencitrakan produknya sebagai gerakan intelektual. Bahkan, basis konsumennya disebut sebagai “skintellectual”, yakni orang-orang yang memprioritaskan bahan yang digunakan beserta bukti ilmiah di baliknya.
Hal ini kontras dengan selera pasar skincare yang mengutamakan kemewahan. Karena itulah brand yang dinaungi DECIEM ini merupakan disruptor di industri kecantikan.
Tulisan logo yang digunakan merupakan manifestasi langsung dari filosofi yang diusung The Ordinary. Font Logotype nya pun sederhana, yaitu sans-serif biasa. Hanya saja, tulisan “The” memiliki ketebalan yang lebih halus, sedangkan bagian “Ordinary” nya lebih pekat. Ide jenius ini menekankan pesan utama dari brand ini untuk memaknai ulang kecantikan dalam esensi yang sebenarnya.
3. Glossier

Sumber: World Vector Logo
Glossier awalnya lahir dari sebuah blog kecantikan biasa yang bernama “Into The Gloss”. Meski demikian, Glossier mampu menjadi pionir dalam menerapkan model bisnis yang berfokus pada masyarakat secara inklusif. Identitas brand ini dibangun atas nilai kedekatan dan otentisitas.
Bahkan tajuknya sendiri “skin first, makeup second” merupakan filosofi yang sangat mengutamakan kecantikan alami. Glossier sendiri memiliki target konsumen utama dari generasi milenial dan Z dengan berbagai macam slogan afirmatifnya.
Tulisan logo Glossier sendiri sangat estetik dengan menggunakan font Apercu Pro. Font ini termasuk ke dalam jenis sans-serif yang geometris dan berorientasi pada pendekatan personal. Ketebalan font nya digunakan secara konsisten baik di website, sosial media, maupun packaging nya.
4. Wardah

Sumber: Indorelawan
Setelah membahas produk mancanegara, kini saatnya berpindah ke brand lokal. Wardah merupakan salah satu brand kecantikan paling dominan di Indonesia. Brand ini sendiri terkenal sebagai pionir dalam industri kecantikan yang bersertifikasi halal.
Brand yang didirikan oleh Suharti Subakat ini membangun identitas produknya berdasarkan tiga aspek, yaitu terjangkau, berkualitas, dan cocok untuk wanita muslimah.
Font logonya pun sangat mencerminkan identitas Wardah dengan font script yang dikustom. Dari sudut pandang psikologis, font tersebut secara inheren dapat membawa kesan elegan, tapi juga membumi dengan sentuhan manusia. Bisa dibilang, font ini sangat kontras dibandingkan logo bertema korporat lainnya.
5. Emina

Sumber: Logopedia
Baik Emina dan Wardah sama-sama berada di bawah payung Paragon Corp. Namun, emina dikhususkan untuk mengambil hati anak muda di Indonesia. Identitas brandnya pun dibangun dengan kesan semangat dan ceria khas remaja.
Dengan packaging yang penuh warna dan kreatif, brand ini seolah-olah menolak keseriusan dan elegansi pada produk kosmetik dewasa. Begitupun dengan tipografi logonya yang sangat relate dengan anak remaja.
Baca Juga: 8 Manfaat Logo Profesional yang Luar Biasa untuk Bisnis
Emina secara konsisten menggunakan font sans-serif yang tebal dan membulat pada logonya. Pemilihan tersebut menggambarkan kesan yang akrab dan informal. Brand ini sengaja tidak menggunakan font tanpa tepi yang tajam agar konsumen tidak merasa terintimidasi. Singkatnya, logotype Emina menciptakan persepsi zona aman bagi anak muda untuk berkreasi dan bermain.
6. Somethinc

Sumber: Orisul Digital Agensi
Walaupun baru didirikan tahun 2019, brand ini telah menjadi salah satu pemain penting di industri kosmetik. Brand ini mengalami pertumbuhan pesat lewat marketing influencer dan sosial media yang masif.
Somethinc memposisikan brand nya sebagai produk berkualitas tinggi, inovatif, terjangkau, dan halal. Dengan identitas modern yang dibawakannya, Somethinc menargetkan konsumen yang melek digital.
Identitas brand ini tercermin pada tipografinya yang tebal, geometris, dan berhuruf kapital semuanya. Penggunaan huruf kapital ini bukan tanpa alasan. Justru hal tersebut merupakan strategi jenius yang secara psikologi menyiratkan kekuasaan dan rasa percaya diri. Jika melihat tulisannya, seakan-akan logo Somethinc sedang membuat pernyataan tegas, bukan sekadar berbisik.
Panduan Pembuatan Tulisan Skin Care
Menulis untuk produk skin care bukan hanya soal merangkai kata yang indah. Tulisan harus mampu menyampaikan manfaat produk secara jelas, membangun kepercayaan, dan menciptakan kedekatan emosional dengan pembaca. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa Anda ikuti untuk membuat tulisan skin care yang menarik dan efektif.
1. Kenali Karakter dan Masalah Kulit Target Audiens
Sebelum menulis, pahami dulu siapa pembacanya. Apakah mereka remaja dengan masalah jerawat, ibu muda yang ingin menjaga kecerahan kulit, atau profesional yang membutuhkan perawatan anti-aging? Tulisan yang tepat sasaran akan terasa lebih personal dan relevan bagi pembaca.
2. Fokus pada Manfaat Utama, Bukan Hanya Fitur Produk
Alih-alih hanya menulis “mengandung vitamin C dan niacinamide”, ubah menjadi “membantu mencerahkan kulit kusam dan meratakan warna kulit”. Pembaca lebih mudah tertarik pada hasil yang mereka rasakan, bukan istilah teknis bahan aktif.
3. Gunakan Bahasa yang Hangat dan Meyakinkan
Gunakan kalimat yang terasa ramah, tidak kaku, dan seolah berbicara langsung dengan pembaca.
Contohnya:
“Kulitmu kusam setelah seharian beraktivitas? Tenang, ada solusinya.” Gaya ini membuat pembaca merasa dimengerti dan lebih nyaman membaca sampai akhir.
4. Tambahkan Sentuhan Cerita (Storytelling)
Cerita singkat tentang pengalaman atau perubahan setelah menggunakan produk bisa menambah nilai emosional.
Misalnya:
“Awalnya aku ragu, tapi setelah seminggu pakai, kulit terasa lebih lembap dan halus.” Cerita sederhana seperti ini lebih mudah dipercaya dibanding klaim tanpa konteks.
5. Gunakan Struktur Penulisan yang Jelas
Agar tulisan tetap enak dibaca, gunakan alur sederhana seperti berikut:
- Pembuka (Hook): Tarik perhatian dengan masalah umum.
- Isi (Benefit & Proof): Jelaskan manfaat dan bukti pendukung.
- Penutup (CTA): Ajak pembaca melakukan tindakan, seperti mencoba atau membeli produk.
Struktur ini membuat tulisan terasa rapi dan mudah diikuti.
6. Gunakan Call to Action (CTA) yang Natural
Hindari CTA yang terlalu memaksa. Gunakan ajakan yang lembut namun tetap mendorong tindakan, seperti:
“Yuk, rasakan sendiri kulit sehat dan cerah setiap hari dengan rangkaian perawatan ini.”
7. Perhatikan Gaya Visual dan Keterpaduan Brand
Tulisan skin care akan lebih efektif bila didukung visual yang serasi. Gunakan tone warna, gaya font, dan gambar yang sesuai dengan karakter brand agar pesan terasa lebih kuat dan konsisten.
FAQ Seputar Konten
- Apakah tipografi juga berpengaruh di luar industri kecantikan?. Pemilihan dan penggunaan tipografi yang tepat sangatlah krusial di semua industri untuk menciptakan persepsi yang positif di antara konsumen.
- Bisakah jika ada dua brand yang menggunakan font yang sama tapi tetap unik?. Tentu saja, karena setiap brand pasti memiliki konteksnya sendiri. Pemilihan layout, palet warna, spacing, akan membedakan keduanya.
- Apakah pebisnis skincare pemula perlu berinvestasi untuk pembuatan tipografi sejak awal?. Bagi yang baru merintis startup atau bisnis di bidang skincare ada baiknya untuk menggunakan font yang gratis atau berlisensi. Setelah brand bertumbuh besar, barulah bisa mempertimbangkan untuk membuat font baru.
- Tools apa yang bisa digunakan untuk mencari tipografi logo yang tepat?. Tools gratisan seperti Canva dan Looka sangatlah bagus untuk pemula. Untuk profesional biasanya akan menggunakan Adobe Illustrator, FontLab, dan Figma.
- Bagaimana cara menyesuaikan warna dengan tipografi?. Pada dasarnya, warna akan memperkuat mood pada tulisan. Contohnya, font hitam minimalis sering kali merefleksikan brand berkualitas premium seperti pada logo Aesop. Sedangkan font dengan warna pastel yang membulat mengimplikasikan kesan anak muda yang penuh semangat seperti pada Emina.
Dapatkan Free Audit
Sebelum kita sampai kepada kesimpulan dari pembahasan “Tulisan skin care” ini, MinTiv ingin menginfokan kepada Anda, bahwa Creativism sedang ada jasa Free Audit Website.
Bagaimana cara mendapatkannya?
Anda cukup klik tombol Free Audit, kemudian isi detail formulirnya. Hasil audit akan kami kirim via whatsapp/email.
Kesimpulan
Tipografi/font yang digunakan pada tulisan skin care akan sangat mempengaruhi identitas brand tersebut di mata konsumen.
Terlebih lagi di industri kecantikan, di mana emosi, kepercayaan, dan image sangat memainkan peran penting, sehingga font yang digunakan akan membawa kesan tersendiri. Setelah membaca ulasan MinTiv di atas, Anda lebih suka contoh tulisan yang mana? Jawab di kolom komentar ya!.
Artikel ini, dikreasikan oleh Tim Agency SEO Creativism. Agency SEO yang siap berikan pelayanan SEO terbaik dan lengkap sesuai dengan kebutuhan website klien. Hubungi kami langsung melalui WhatsApp 6281 22222 7920, untuk dapat layanan Jasa SEO Website Terbaik, segera!.

